• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadan Public Lecture
  • Hari Pertama Ramadan, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Bicara Iman dan Realitas

Hari Pertama Ramadan, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Bicara Iman dan Realitas

  • Ramadan Public Lecture
  • 23 Maret 2023, 14.22
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Antusiasme jemaah memenuhi Ruang Utama Masjid Kampus UGM di hari pertama Ramadan, Rabu (22/2). Baik jemaah muslimin maupun muslimat, mereka berbondong-bondong datang dan berlomba memenuhi saf yang masih kosong untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Mereka mendengarkan materi yang disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum.

Dalam ceramah tarawih yang bertajuk “Iman dan Realitas: Dari Takwa Individual Menuju Takwa Sosial”, beliau menyampaikan bahwasannya iman dan realitas adalah relasi yang bersifat “simbiosis mutualistis”. Beliau berkata bahwa iman adalah sesuatu yang tertanam dalam diri manusia. “Percayanya kita terhadap keesaan Alllah, malaikat, dan lain sebagainya adalah salah satu dari perwujudan realitas,” katanya.

Beliau juga menyampaikan terkait dua aspek yang dapat dilihat dari surat Al-Baqarah ayat 183 yang mengandung makna perintah untuk melakukan puasa bagi orang-orang yang beriman. Pertama, tidak adanya subjek yang disebutkan gamblang merupakan suatu kesadaran dari orang-orang beriman yang melaksanakan perintah shaum (puasa). Menurutnya, realitasnya adalah yang pasti melakukan ibadah shaum adalah orang yang memiliki keimanan dalam hatinya, sebagaimana perintah shaum tersebut ditujukan. “Bukannya ash-shaum itu menjadi beban, yang ketika kita mendengar bulan puasa, kita langsung bilang ‘aduh kok bulan puasa lagi’? Kalau anak-anak boleh lah, tapi kalau dewasa ya tidak layak lagi,” lanjutnya.

Aspek kedua yang beliau sampaikan adalah kebenaran bahwa bahwa puasa bukanlah hanya untuk orang-orang terdahulu melainkan untuk umat setelahnya, setelahnya, dan setelahnya. Beliau mengatakan bahwa sudah seharusnya kita tidak lagi memaknai puasa sebagai ajang menahan nafsu melainkan sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas diri.

Dr. Rizal menuturkan bahwa Allah, iman, dan taqwa merupakan satu relasi yang mutlak. “Tanpa adanya Allah, kepada siapa kita beriman? Tanpa adanya ketakwaan, apa yang akan kita capai?” pungkasnya. (Hafidah Munisah/Editor: Rama S. Pratama, Foto: Gembong Hanung)

 

Simak videonya berikut ini:

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SnTXttSal9Q[/embedyt]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM Sebut Indonesia Mengalami Penghancuran Ekologi secara Sistematis
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba
  • Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah
  • Ketua Departemen Antropologi FIB UGM Kritik Penggunaan Istilah “Bencana Alam”
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY