Bencana ekologis yang silih berganti menghantam bumi, mulai dari banjir bandang akibat meluapnya sungai hingga deforestasi yang tak terkendali sejatinya bukan sekadar fenomena alam semata. Dalam pandangan spiritual, berbagai bencana tersebut merupakan refleksi dari kerusakan yang lebih dalam, yakni kerusakan ekologi dalam batin manusia.
Masjid Kampus UGM
Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations periode 2015–2017, Prof. Dr. Syamsuddin Arif, M.A., menegaskan pentingnya rekonstruksi budaya ilmu di tengah berbagai bentuk penyimpangan pemikiran yang ia sebut sebagai diabolisme. Hal tersebut ia sampaikan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM sebelum rangkaian salat tarawih, Ahad (8/3).
Kelancaran dan kemudahan akses energi yang dinikmati masyarakat hari ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Di baliknya, terdapat sistem global yang kompleks dan rentan terhadap gejolak politik dunia. Ketika krisis geopolitik memanas, ketergantungan pada energi fosil dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kedaulatan sebuah negara.
Peringatan tersebut menjadi sorotan utama dalam kajian Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) di Masjid Kampus UGM pada Ahad (8/3). Kajian ini menghadirkan pakar energi sekaligus Pakar Pusat Studi Energi UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., yang membahas keterkaitan antara konflik global, ketahanan energi nasional, hingga dampaknya bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Pengurus Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara, Fadhlurrahman Yusuf Fardan, S.T., menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas beragama dari sekadar menjalankan ritual menjadi sebuah pandangan hidup yang menyeluruh. Materi tersebut dipaparkan dalam kajian Mimbar Subuh yang dilaksanakan selepas salat subuh berjemaah di Masjid Kampus UGM pada Ahad (8/3).
Tema “Indonesia Pasca-Reformasi: Masihkah Rakyat yang Berdaulat?” menjadi bahasan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) yang diselenggarakan pada Sabtu (7/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019–2024, hadir sebagai pembicara di hadapan jemaah salat isya dan tarawih untuk merefleksikan kondisi demokrasi Indonesia saat ini.
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) yang berlangsung di Masjid Kampus UGM kembali menghadirkan diskusi bernas pada Sabtu (7/3). Kali ini, Irvan Nugraha, S.H., M.M., hadir dengan tema “Gotong Royong Digital: Dari Sedekah Konvensional ke Crowdfunding Kemanusiaan”.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2015–2020, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menegaskan bahwa peristiwa Nuzululquran mengandung pesan besar tentang pentingnya ilmu bagi kebangkitan dan kemajuan peradaban Islam. Menurutnya, Alquran tidak hanya hadir sebagai wahyu, tetapi juga sebagai sumber nilai sekaligus inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Din dalam kegiatan Ramadan Public Lecture (RPL) yang digelar di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Melalui pendekatan hermeneutika, ia mengajak umat Islam membaca kembali makna turunnya Alquran dalam konteks kehidupan modern.
Penulis sekaligus pendakwah Islam, Muhammad Edgar Hamas, menilai generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam perjuangan isu Palestina, terutama dalam melawan propaganda global yang selama ini dibangun oleh Israel. Hal tersebut ia sampaikan dalam Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA), Jumat (6/3) yang mengangkat tema “Kemerdekaan untuk Segala Bangsa: Melawan Genosida, Solidaritas untuk Palestina”. Menurut Edgar, salah satu kekuatan utama Israel bukan hanya pada kekuatan militernya seperti sistem pertahanan atau persenjataan, melainkan pada strategi propaganda yang dikenal sebagai hasbara. Melalui strategi ini, narasi tentang konflik Palestina kerap dibentuk sedemikian rupa agar memengaruhi opini publik dunia.
Persoalan melemahnya solidaritas umat Islam di era modern tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam kajian Mimbar Subuh di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam ceramah bertajuk “Praktik Nilai Spiritual Sosial dalam Tafsir Keislaman pada Era Modern”, Imam mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi umat saat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Dr. (H.C.) Drs. Muhammad Jusuf Kalla, menghadiri Ramadan Public Lecture (RPL) sebagai pembicara pada Kamis (5/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.