Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Khutbah Jumat yang menghadirkan ruang refleksi bagi sivitas akademika dan masyarakat umum. Pada Jumat (31/7), khutbah disampaikan oleh Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D., Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) dengan mengangkat tema “Anak Muda, Ilmu, dan Amanah Keadilan” Tema tersebut mengajak jamaah, khususnya generasi muda, untuk memaknai ilmu pengetahuan sebagai amanah yang harus diwujudkan dalam sikap adil, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam khutbahnya, Media Wahyudi Askar menegaskan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban. Namun, ilmu tidak cukup dipahami sebagai kumpulan pengetahuan yang hanya memperkaya intelektualitas. Ilmu harus melahirkan kesadaran moral, membentuk karakter, serta mengarahkan seseorang untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menghadirkan kemaslahatan dan menegakkan keadilan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Beliau juga menyoroti posisi strategis generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa. Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pembelajar yang kritis, berintegritas, dan mampu menggunakan ilmu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Semangat belajar harus dibarengi dengan kejujuran, keberanian menyampaikan kebenaran, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai keadilan dalam setiap aspek kehidupan.
Lebih lanjut, khutbah mengingatkan bahwa amanah keadilan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin atau pejabat publik, tetapi merupakan kewajiban setiap individu. Keadilan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti bersikap jujur, menghormati hak orang lain, menghindari penyalahgunaan kepercayaan, serta mengambil keputusan secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari akhlak seorang muslim sekaligus fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
Di lingkungan perguruan tinggi, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Kampus merupakan ruang lahirnya gagasan, riset, dan inovasi yang seharusnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan keberanian moral. Mahasiswa sebagai generasi intelektual diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar instrumen untuk meraih prestasi atau keuntungan pribadi.
Melalui tema “Anak Muda, Ilmu, dan Amanah Keadilan,” Masjid Kampus UGM mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan ilmu sebagai jalan menuju pengabdian dan keadilan. Khotbah ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan integritas moral. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki tidak berhenti pada ranah akademik, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat, memperkuat nilai-nilai keadilan, dan menjadi kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Penulis: Thareeq Arkan Falakh
Editor: Muhammad Khanif Samudera