• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Diskusi Paradigma Profetik
  • Pakar Energi UGM: Sampah Bisa Menjadi Listrik, tetapi Pengelolaannya Masih Bermasalah

Pakar Energi UGM: Sampah Bisa Menjadi Listrik, tetapi Pengelolaannya Masih Bermasalah

  • Diskusi Paradigma Profetik
  • 29 Januari 2026, 19.21
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Masalah sampah di Indonesia dinilai semakin mendesak untuk ditangani secara serius. Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) dilaporkan sudah tidak mampu menampung kiriman sampah harian, sehingga menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan sekitar. Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi kenaikan biaya listrik seiring krisis energi global yang belum mereda.

Dewan Pengarah Pusat Studi Energi UGM, Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU. menyebut sampah sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi sumber energi alternatif apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat. Menurutnya, persoalan sampah dan krisis energi dapat diselesaikan secara bersamaan melalui konsep pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. “Sampah sebenarnya bisa menjadi solusi jika kita mampu mengubahnya menjadi sumber energi listrik,” ujar Arif.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah perlu diarahkan pada sistem yang lebih modern dan tertutup, menggantikan praktik pembuangan terbuka yang selama ini masih banyak digunakan. Sistem penampungan yang baik, kata Arif, harus mampu mencegah kebocoran limbah ke tanah sekaligus mengoptimalkan penangkapan gas hasil pembusukan sampah. “Tempat pembuangan sampah yang ideal harus dirancang agar tumpukan sampahnya terbungkus rapat dan tidak bocor ke tanah,” katanya.

Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Arif mencontohkan lokasi pengolahan sampah di Bantar Gebang yang telah menerapkan sistem ini dan kini mampu menghasilkan listrik untuk mendukung kebutuhan energi.

Baca juga: Direktur Keuangan UGM Ungkap Peran Strategis Pekerja Informal bagi Perekonomian Nasional

Lebih lanjut, Arif memaparkan dua metode utama dalam pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Pertama, dengan menangkap gas dari tumpukan sampah yang telah terkubur selama beberapa tahun untuk kemudian disalurkan ke mesin pembangkit listrik. Kedua, dengan mengolah sampah organik seperti sisa makanan dalam wadah kedap udara hingga menghasilkan gas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Sisa pengolahan tersebut juga masih dapat digunakan sebagai pupuk.

Menurut Arif, teknologi pengolahan sampah menjadi energi dapat diterapkan mulai dari skala rumah tangga hingga skala kota, tergantung kebutuhan dan kapasitas wilayah. Ia menilai konsistensi menjadi faktor penentu keberhasilan. “Jika kita konsisten menjalankan strategi ini, kita tidak hanya berhasil membersihkan kota dari polusi, tapi juga mendapatkan cadangan energi yang lebih murah dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Penulis: Thareeq Arkan Falakh

Editor: Indra Oktafian Hidayat

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Pakar Energi UGM: Sampah Bisa Menjadi Listrik, tetapi Pengelolaannya Masih Bermasalah
  • Direktur Keuangan UGM Ungkap Peran Strategis Pekerja Informal bagi Perekonomian Nasional
  • Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan
  • Ketua Senat Akademik Filsafat UGM Ungkap Tiga Akar Krisis Kemanusiaan
  • Guru Besar Teknik Nuklir FT UGM: Energi Nuklir Bisa Menyelamatkan Bumi atau Justru Mewariskan Masalah bagi Anak Cucu
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY