• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • Ramai Isu Pembubaran DPR dan Partai Politik, Mahfud MD: Pilihan yang Sangat Jelek

Ramai Isu Pembubaran DPR dan Partai Politik, Mahfud MD: Pilihan yang Sangat Jelek

  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • 3 April 2023, 23.54
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Keberadaan partai politik sebagai instrumen demokrasi di Indonesia sangatlah krusial sekaligus problematik. Dua sisi partai politik inilah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Prof. Dr. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. ketika menjadi pembicara Ramadan Public Lecture (RPL) pada Minggu (2/4) di Masjid Kampus UGM.

Di hadapan ratusan jemaah, Mahfud MD memaparkan ceramah yang bertema “Pemugaran Partai Politik sebagai Instrumen Kaderisasi Kepemimpinan”. Mahfud menegaskan bahwa di dalam studi-studi Islam, partai politik termasuk ke dalam fiqh siyasah atau fikih politik. “Karena ini bulan Ramadan dan di masjid pula, maka tentu kalau kita bicara partai politik bukan bicara gosip politisi. Tetapi, bicara partai politik dalam konteks keislaman,” jelasnya.

Mahfud juga mengungkapkan bahwa pemilu sekarang ini “sudah berjalan dengan baik”. Ia mengakui bahwa kecurangan masih ada, tetapi tidak dilakukan oleh pemerintah melainkan partai politik yang saling mencurangi satu sama lain.

Lantas Mahfud juga menanggapi keraguan publik terhadap partai politik dan DPR yang berujung pada ramainya isu pembubaran di media sosial. Mahfud berujar bahwa keduanya merupakan instrumen yang masih dibutuhkan bagi demokrasi. “Itu adalah pilihan yang sangat jelek. Saya ingin tegaskan daripada tidak ada DPR, daripada tidak ada partai politik, lebih baik kita hidup bernegara ini mempunyai DPR dan parpol meskipun jelek,” ujar Mahfud. 

Ia menyebut bahwa yang diperlukan saat ini adalah pemugaran atau perbaikan tata kelola partai politik. “Parpol itu adalah instrumen konstitusi untuk menjaga negara. Oleh sebab itu, partai politik harus diperbaiki tata kelolanya dan proses rekrutmen politisinya,” sebut alumni Sastra Arab UGM itu. “Partai politik harus ada tetapi harus bersaing untuk memilih pemimpin yang benar, memilih wakil rakyat yang benar,” sambungnya.

Ia mengimbau kepada jemaah untuk saling menghargai keputusan politik masing-masing, termasuk hasil dari proses demokrasi itu sendiri. “Memilih PDIP tidak haram, memilih Golkar tidak wajib, memilih PAN tidak sunah juga. Pilih sesukamu, tetapi kemudian bertemulah di dalam apa yang disebut kalimatun sawa,” terangnya. Di dalam Islam, istilah kalimatun sawa merujuk kepada keyakinan atau visi yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan.

Terakhir, Mahfud mengingatkan bahwa ketika sudah masuk ke pusat kekuasaan, seseorang haruslah membangun kesejahteraan, termasuk dengan mengayomi mereka yang tidak memiliki akses ke pusat kekuasaan. (Gembong Hanung/Editor: Rama S. Pratama/Foto: Yahya Wijaya Pane)

 

Saksikan videonya berikut ini:

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Q-DURso1qvM[/embedyt]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Pakar Geopolitik UGM Menegaskan Keberpihakan pada Iran sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kezaliman
  • Kepala PSPG UGM Kritik Implementasi MBG, Tekankan Realisme Anggaran
  • Salah Memaknai Cinta, Ini Dampaknya Menurut Sulaiman Rasyid
  • Ramadan Jadi Awal, Dosen SV UGM Tekankan Konsistensi
  • Wakil Ketua Takmir Maskam UGM Sebut Konsistensi Ibadah Jadi Ujian Terberat Pasca-Ramadan
Universitas Gadjah Mada
MASJID KAMPUS UGM
Jl. Tevesia 1, Bulaksumur
Caturtunggal, Depok, Sleman
DI Yogyakarta 55281
📧 masjidkampus@ugm.ac.id
🌐 masjidkampus.ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY