• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ph.D.
  • Ph.D.
Arsip:

Ph.D.

Adian Husaini Ingatkan Bahaya Matinya Kepakaran bagi Masa Depan Peradaban

Ramadhan Di Kampus UGM Kamis, 26 Februari 2026

Kajian Ramadan Public Lecture (RPL) (24/2) dibuka dengan bedah karya tulis Profesor Tom Nichols yang berjudul The Death of Experties (Matinya Kepakaran). Dari karya tersebut, tergambarkan kondisi masyarakat Amerika yang mulai tidak menghargai kepakaran serta tidak menghargai otoritas ilmu.

Fenomena ini tampak jelas pada masa Covid-19, ketika otoritas medis seringkali kalah dibandingkan tokoh populer atau figur agama. Hal ini menandakan bahwa, saat ini, popularitas cenderung lebih diakui daripada otoritas ilmu. 

Mengutip data Oxford dictionary, Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UIKA, Adian Husaini, M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa kata yang paling populer adalah post-truth atau era pascakebenaran. Era pascakebenaran adalah era ketika berita yang menyentuh emosi lebih mudah diterima dan dipahami dibandingkan dengan data-data yang terverifikasi.

“Kita memasuki era kebohongan. Era berita yang lebih menyentuh emosial lebih mudah dipahami ketimbang data-data atau fakta yang terverifikasi. Ini adalah masalah yang sulit dipecahkan untuk kita semua,” ungkapnya dalam RPL yang digelar pada Selasa malam (24/02).

Ir. Muhammad Waziz Wildan, Ph.D. Khutbah Jumat (17/10)

Waziz Wildan Urai Makna Takwa: Perpaduan Tiga Dimensi Iman, Islam, dan Ihsan

Tulisan dan Khotbah Sabtu, 18 Oktober 2025

Takwa, istilah sentral dalam islam yang sering kali disederhanakan maknanya. Namun dalam pemaparan khutbah oleh Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU. pada  Jumat (17/10),  takwa dibedah sebagai perpaduan dari tiga komponen dasar agama islam, yakni iman, islam, dan ihsan. Menurutnya, takwa tidak hanya dimaknai sebagai rasa takut semata, melainkan perpaduan utuh dari tiga dimensi ajaran islam, yakni iman, islam, dan ihsan. 

Artikel Terbaru

  • Penasihat Takmir Maskam UGM Rumuskan Empat Pilar Kebijaksanaan Hidup
  • Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Tegaskan Ilmu sebagai Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan
  • Rektor IAI Persis Garut: Tanpa Tradisi Ilmu, Umat Islam Hanya Jadi Penonton Peradaban
  • Adian Husaini Ingatkan Bahaya Matinya Kepakaran bagi Masa Depan Peradaban
  • Abdul Gaffar Karim: Politik adalah Pengabdian, Bukan Pelanggengan Kekuasaan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY