Isu kesepian di kalangan pemuda menjadi sorotan utama dalam Kajian Kamis Sore kali ini. Dengan judul “Membedah Fenomena Kesepian di Kalangan Pemuda: Mengapa dan Bagaimana Solusinya”, kajian ini menghadirkan Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P., M.A., seorang peneliti dan dosen di Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan (DPP) UGM sebagai narasumber untuk membagikan wawasannya.
Ibadah dan Kajian Islam
Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si hadir sebagai narasumber pada Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM (21/8). Ia membedah fenomena “kabur aja dulu” yang ramai di awal 2025. Menurutnya, ungkapan itu muncul sebagai ekspresi kekecewaan generasi muda terhadap sulitnya mencari pekerjaan, mahalnya biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.
“Banyak yang akhirnya berpikir peluang di luar negeri lebih menjanjikan. Ini bukan sekadar lemah mental, tapi juga bentuk strategi bertahan hidup,” ujarnya.
Zainal Arifin Mochtar Soroti Paradoksal Negara: Klaim Menyejahterakan, Nyatanya Malah Menyengsarakan
Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., hadir sebagai pembicara pada Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM, Kamis (14/8/2025). Kajian bertema “Sudahkah Sejahtera? Kilas Balik 80 Tahun Indonesia Merdeka” ini mengajak jemaah menelisik makna sejati kesejahteraan, sekaligus mengkritisi paradoksal negara yang atas nama kesejahteraan justru menindas rakyat.
Dalam pemaparannya, Zainal menegaskan, kesejahteraan bukan sekadar angka statistik, tetapi mencakup terpenuhinya kebutuhan dasar, rasa aman, dan martabat warga. “Kesejahteraan adalah tugas negara,” ujarnya, sebelum menjelaskan tiga kewajiban utama negara: menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak rakyat.
Masjid Kampus UGM menggelar seri perdana Kajian Kamis Sore sebagai bagian dari rangkaian Refleksi Kemerdekaan Indonesia pada Kamis (7/8/2025). Mengangkat tema “Degradasi Intelektual: Budaya Literasi, Filter Informasi, dan Etika Media Sosial”, kajian ini menghadirkan Dosen Ilmu Komunikasi UGM Dr. Budi Irawanto, S.I.P., M.A.
Dr. Budi membuka pemaparan dengan refleksi atas kondisi Indonesia yang memasuki usia kemerdekaan ke-80. Kebebasan informasi yang dahulu diperjuangkan kini hadir melalui media sosial dengan akses cepat dan real time. Namun, di balik peluang yang luas, masih tersimpan banyak tantangan serius, yaitu degradasi intelektual, etika digital yang tergerus, serta maraknya bias dan disinformasi. Dengan lebih dari 80% penduduk Indonesia menjadi pengguna media sosial, platform digital kini bukan hanya memengaruhi cara berkomunikasi, tetapi juga cara memahami realitas yang sering kali melalui sudut pandang yang telah disaring oleh algoritma dan kepentingan kapitalisme digital.
Dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Kajian Kamis Sore selama bulan Agustus 2025. Dengan tema besar “Refleksi Kemerdekaan Indonesia”, rangkaian kajian ini menghadirkan dosen-dosen UGM lintas disiplin untuk mengangkat isu-isu aktual yang menyentuh aspek intelektual, sosial, dan spiritual mahasiswa.
Kajian ini dirancang untuk menjadi ruang diskusi yang reflektif sekaligus membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai dinamika kehidupan kontemporer, mulai dari krisis literasi hingga problem kesejahteraan dan kesehatan mental.
Pembimbing Quranic Psychology, Tika Faizatul Munawaroh, S.Psi. memaparkan penjelasan mengenai higienitas tidur (sleep hygiene) dan ibadah dalam Women Institute Indonesia: Perempuan dan Psikologi “Manfaat Sleep Hygiene bagi Kesehatan Mental” di Masjid Kampus UGM, Kamis (27/7). Sleep hygiene, pola kebiasaan baik yang dibangun menjelang seseorang akan tidur, dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, menghadirkan ketenangan dalam hidup, dan menghasilkan tidur yang berkualitas.
Dalam rangka memenuhi keinginan jemaah dalam berqurban saat Iduladha, pada tahun 2023 Masjid Kampus UGM menerima hewan qurban melalui dua lembaga mitranya Rumah Zakat, Infaq, dan Shadaqah (RZIS) UGM dan Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM. Di tahun ini, sebanyak 37 ekor hewan qurban telah berhasil disembelih dan didistribusikan sebagai hasil dari pengumpulan hewan qurban yang telah dilakukan sebelumnya.
Masjid Kampus UGM, didukung Mardliyyah Islamic Center UGM, telah menyelenggarakan salat Iduladha berjemaah di Lapangan Halaman Grha Sabha Pramana (GSP) pada Rabu (28/6) dan Kamis (29/6) lalu, menyesuaikan dengan perbedaan penentuan Hari Raya Iduladha. Jemaah tampak mulai berkumpul pada sekitar jam 05.30, meskipun dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada jam 06.30. Antusiasme jemaah pada Salat Iduladha kali ini terlihat tinggi, bahkan jemaah salat hari Kamis meluber hingga pelataran tiang bendera lapangan yang tidak diberi penanda garis saf.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Iduladha Masjid Kampus UGM bekerja sama dengan Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM dan Aksi Qurban Sehat Indonesia (AQSI) menyelenggarakan Pelatihan Penyembelihan Qurban ASUH. Untuk tahun ini pelatihan yang berlangsung pada Ahad (18/6) ini sedikit berbeda; dengan mengusung konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit kulit berbenjol (lumpy skin disease/LSD) yang hingga tahun 2023 masih berpotensi menimpa hewan qurban. Sedikitnya 100 orang perwakilan takmir masjid-masjid se-DIY turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Guru besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. menyebut bahwa peran Khadijah binti Khuwailid sebagai istri Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya sebatas sebagai anak, istri, dan ibu saja, melainkan juga sebagai dirinya sendiri yang merupakan bagian dari masyarakat. Dengan demikian, ia tidak memposisikan dirinya sebagai seseorang yang dipinggirkan begitu saja usai menikah. Demikian seperti disampaikan pada Women Institute Indonesia (WII): Perempuan dan Agama, Kamis (7/6).