Halal Class kembali digelar di Ruang Utama Masjid Kampus UGM pada pada Kamis sore (14/5). Kajian yang disiarkan langsung melalui YouTube ini menghadirkan Wakil Ketua Halal Center UGM, Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. dengan pembahasan seputar fikih kurban dan pentingnya memahami syariat penyembelihan hewan secara benar menjelang Iduladha.
Ibadah dan Kajian Islam
Menyambut Iduladha 1447 Hijriah bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, tetapi juga memahami makna ibadah kurban dan melaksanakannya dengan benar. Hal tersebut disampaikan dalam kajian Halal Class Masjid Kampus UGM bertajuk “Fikih Penyembelihan Hewan dan Penanganan Daging Kurban yang Higienis” menghadirkan Wakil Ketua Halal Center UGM, Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Kamis (7/5).
Ketegangan antara Iran dan Israel-Amerika Serikat kembali menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak sederhana dalam percaturan global. Dalam Polemology Forum di Masjid Kampus UGM, Kamis (30/4), Drs. Muhadi Sugiono, M.A. menegaskan bahwa konflik ini bukan sekadar krisis regional, melainkan test case penting untuk menguji sejauh mana Indonesia mampu memainkan peran sebagai kekuatan menengah di dunia internasional.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Polemology Forum pada Kamis (23/4) dengan mengangkat tema “The Price of War: Perang di Sana, Dompet Kita yang Kena?”. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi jemaah, khususnya mahasiswa, untuk memahami keterkaitan konflik global dengan kondisi ekonomi nasional.
Acara ini menghadirkan Dr. Fahmy Radhi, M.B.A., Pengamat Ekonomi Energi UGM. Kajian ini menekankan pentingnya literasi terhadap isu global yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Perang Timur tengah masih belum lengah untuk diperbincangkan seiring dengan banyaknya dimensi yang menarik dikupas. Salah satu aspek yang dapat ditinjau ialah menilik legalitas serangan udara serta hukum internasionalnya yang tidak lepas dari kompleksitas aktor di dalamnya. Sehubungan dengan hal ini, dosen Departemen Hubungan Internasional FH UGM, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D., menyebutkan sejak Juni 2025 telah banyak peristiwa yang berguguran.
Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan seiring meningkatkan konfrontasi antara Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat. Gejolak yang didominasi oleh perang saraf dan proksi, kini telah bergeser menjadi ancaman konflik terbuka yang mengancam stabilitas global. Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah, Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A., memaparkan bahwa serangan Israel-AS ke Iran memporak-porandakan stabilitas politik teluk dan persatuan dunia Islam. “Semua negara teluk merupakan anggota organisasi kerja sama Islam. Serangan ini menciptakan kesan seolah-olah suni dan syiah tidak bersatu. Dunia Islam menjadi porak-poranda,” ungkapnya.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Senin (16/2) di ruang utama Masjid Kampus UGM. Kajian bertema “Ramadan sebagai Momentum untuk Meraih Derajat Takwa” ini menghadirkan Reki Ristianto, Lc., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Kun Shalihan, Gunungkidul.
Dalam ceramahnya, Reki menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pembentukan kualitas diri. Puasa, menurutnya, memiliki tujuan yang sangat jelas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni melahirkan pribadi yang bertakwa.
“Kalau puasanya benar, pasti akan melahirkan takwa. Kalau tidak melahirkan takwa, berarti ada yang perlu dievaluasi dari kualitas puasanya,” tegasnya di hadapan jemaah.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Kamis (12/2) dengan tema “Sunah Rasul sebagai Fondasi Peningkatan Kualitas Ibadah”. Kajian ini menghadirkan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ahmad Zuhdi menegaskan bahwa Alquran merupakan sumber hukum tertinggi dalam Islam, namun sunah Rasul memiliki peran penting dalam menjelaskan rincian ajaran syariat yang bersifat global.
“Dalam Islam sumber syariat tertinggi adalah Alquran. Di bawahnya adalah hadis atau sunah Rasul. Banyak perintah dalam Alquran yang sifatnya global dan Nabi yang merinci,” ujarnya.
Ia mencontohkan perintah salat dalam Alquran yang tidak menjelaskan jumlah rakaat maupun tata caranya, sehingga umat Islam harus merujuk pada praktik Nabi Muhammad saw.
Puasa di bulan Ramadan tidak semata dimaknai sebagai praktik menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai mekanisme pembentukan manusia secara utuh, meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual. Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer, FINASIM, S.E., M.M., AIFO-K, Dokter sekaligus Dosen Departemen Penyakit Dalam FK-KMK UGM, dalam Kajian Pra-Ramadan yang digelar di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/2).
Dalam kajian bertajuk “Ramadan dan Kesehatan Holistik: Menjaga Keseimbangan Fisik, Mental, dan Spiritual” itu, Probosuseno menegaskan bahwa puasa merupakan instrumen ilahiah yang dirancang untuk memulihkan manusia dari berbagai persoalan mendasar kehidupan. Pemulihan tersebut, menurutnya, tidak hanya menyentuh dimensi biologis, tetapi juga psikis dan spiritual.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Kamis (5/2). Kajian kali ini menghadirkan Drs. Syatori Abdurrauf (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihat) sebagai pembicara. Dalam ceramahnya yang berjudul “Manajemen Hati dan Pengendalian Diri dalam Kehidupan Sehari-hari”, ia mengajak jemaah untuk mengevaluasi kondisi hati sebagai persiapan menyambut bulan suci.