• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Tegaskan Ilmu sebagai Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan

Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Tegaskan Ilmu sebagai Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan

  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • 28 Februari 2026, 10.30
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan publik yang dirumuskan secara adil, sistematis, dan berbasis ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM, Rabu (25/2).

Ia menekankan bahwa kebijakan publik bukan sekadar respons atas persoalan, melainkan instrumen strategis untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kebijakan publik harus diambil untuk menyelesaikan persoalan, bukan malah melahirkan persoalan baru,” ujarnya.

Kebijakan Publik Harus Melalui Proses yang Ilmiah

Syauqi menjelaskan bahwa setiap kebijakan publik idealnya melalui siklus yang jelas, dimulai dari penentuan agenda, perumusan kebijakan, adopsi regulasi, implementasi, hingga evaluasi. Proses ini memastikan kebijakan tidak lahir secara serampangan, tetapi melalui pertimbangan rasional dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, kualitas kebijakan sangat bergantung pada kapasitas intelektual dan integritas pihak yang merumuskannya. Tanpa ilmu pengetahuan, kebijakan berisiko menjadi tidak tepat sasaran atau bahkan menimbulkan persoalan baru.

Baca juga: Rektor IAI Persis Garut: Tanpa Tradisi Ilmu, Umat Islam Hanya Jadi Penonton Peradaban

Prinsip Keadilan dalam Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, ia menjelaskan bahwa kebijakan publik harus berlandaskan nilai keadilan, amanah, musyawarah, dan kemanfaatan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi moral yang memastikan kebijakan tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga benar secara etis.

“Amanah itu harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keadilan bukan sekadar konsep normatif, melainkan prinsip yang harus hadir secara nyata dalam setiap keputusan publik.

Ilmu sebagai Kunci Kesejahteraan Masyarakat

Syauqi juga menyoroti tantangan di era media sosial, ketika kebijakan publik sering kali dipengaruhi oleh tekanan opini dan popularitas, bukan oleh pertimbangan ilmiah. Dalam situasi tersebut, ia menekankan pentingnya menempatkan ilmu sebagai dasar dalam pengambilan keputusan publik.

“Keputusan publik harus diambil oleh mereka yang berilmu, karena hanya orang berilmu yang mampu mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia menutup dengan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan ilmu sebagai fondasi dalam berkontribusi bagi bangsa. Dengan ilmu, kebijakan publik dapat menjadi sarana untuk menghadirkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Al Hafiz P. Arif

Editor: Indra Oktafian Hidayat

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Penasihat Takmir Maskam UGM Rumuskan Empat Pilar Kebijaksanaan Hidup
  • Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Tegaskan Ilmu sebagai Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan
  • Rektor IAI Persis Garut: Tanpa Tradisi Ilmu, Umat Islam Hanya Jadi Penonton Peradaban
  • Adian Husaini Ingatkan Bahaya Matinya Kepakaran bagi Masa Depan Peradaban
  • Abdul Gaffar Karim: Politik adalah Pengabdian, Bukan Pelanggengan Kekuasaan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY