• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ibadah dan Kajian Islam
  • Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM: Iman Menjadi Penjaga dari Rasa Sedih dan Takut

Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM: Iman Menjadi Penjaga dari Rasa Sedih dan Takut

  • Ibadah dan Kajian Islam
  • 26 Desember 2025, 09.36
  • Oleh: aldifirmansyah
  • 0

Islam bukan sebatas pengakuan melalui lisan, melainkan sebuah komitmen yang kokoh dan diterapkan dalam perbuatan. Prinsip ini merujuk pada firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surah Al Fussilat Ayat 30 yang menjanjikan ketenangan dan surga bagi mereka yang teguh dalam pendiriannya. Ayat tersebut menjadi pokok bahasan yang disampaikan oleh Ir. Muhammad Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.. dalam Kajian Kamis Sore, yang berlangsung di Masjid Kampus UGM (25/12). Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara keyakinan dan konsistensi. 

“Kita semua menginginkan surga sebagai akhir perjalanan kita. Dalam ayat ini, kuncinya hanya dua, yaitu setelah menyatakan Rabbunallah (Allah Tuhan kami) kemudian beristikamah atau  (menjaga) komitmen terhadap perkataan (pengakuan) tersebut.” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Agung memberikan perumpamaan bahwa Allah merupakan  satu-satunya Zat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan serta mengatur seluruh sekalian alam hingga aspek terkecilnya. 

Beliau memberikan contoh mekanisme tubuh manusia sebagai bukti kemahakuasaan-Nya. “Jantung yang kita miliki tidak bisa kita kontrol untuk (berdetak) lebih cepat atau lebih lambat. Maka, jantung itu bukan urusan kita yang mengaturnya, melainkan Zat Yang Maha Sempurna, yakni Allah Swt. yang mengatur setiap jantung kita, kapan ia berdetak lebih cepat atau lebih lambat.” 

Baca juga: Guru Besar FISIPOL UGM Kritisi Sistem Pemerintahan Desa yang Jauh dari Keadilan

Lebih lanjut, Agung mengingatkan kepada umat muslim agar tidak larut dalam ketakutan atau kesedihan yang berlebihan. Menurutnya, kondisi emosional yang tidak stabil dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan negatif. 

“Janganlah kalian merasa takut dan bersedih hati. Hal ini karena ketika kita takut, kita (cenderung) melakukan hal negatif. (Begitu pula) saat bersedih secara berlebihan, kita rentan melakukan hal buruk. Sebaliknya, ketika kita terlindung dari perasaan tersebut, kehidupan akan dipenuhi rasa aman karena adanya iman kepada Allah Swt,” pungkasnya.

Tags: iman islam komitmen

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Dosen FIB UGM: Ilmu Tanpa Etika Hanya Akan Melahirkan Keserakahan
  • Mengawal Kesehatan Keluarga dari Rumah, Hanggoro Tekankan Pentingnya Pencegahan Kanker Sejak Dini
  • Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial
  • Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM: Iman Menjadi Penjaga dari Rasa Sedih dan Takut
  • Guru Besar FISIPOL UGM Kritisi Sistem Pemerintahan Desa yang Jauh dari Keadilan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY