• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

aldifirmansyah

Siti Mutiah di Maskam UGM

Pakar Geopolitik UGM Menegaskan Keberpihakan pada Iran sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kezaliman

Ibadah dan Kajian Islam Jumat, 10 April 2026

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan seiring meningkatkan konfrontasi antara Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat. Gejolak yang didominasi oleh perang saraf dan proksi, kini telah bergeser menjadi ancaman konflik terbuka yang mengancam stabilitas global. Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah, Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A., memaparkan bahwa serangan Israel-AS ke Iran memporak-porandakan stabilitas politik teluk dan persatuan dunia Islam. “Semua negara teluk merupakan anggota organisasi kerja sama Islam. Serangan ini menciptakan kesan seolah-olah suni dan syiah tidak bersatu. Dunia Islam menjadi porak-poranda,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pakar ICMI Sleman Kupas Empat Pilar Transformasi Diri di Bulan Ramadan

Ramadhan Di Kampus UGM Minggu, 1 Maret 2026

Ibadah puasa di bulan Ramadan sejatinya bukan hanya rutinitas menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum krusial untuk melakukan transformasi diri secara fundamental. Pesan ini mengemuka dalam kajian Mimbar Subuh yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar ICMI Sleman, Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, M.M., pada Kamis pagi (26/2).

Di hadapan jemaah, Heru menjabarkan empat pilar transformasi yang harus diraih umat Muslim agar ibadah puasa bermuara pada derajat ketakwaan (la’allakum tattaqun). Keempat pilar tersebut mencakup transformasi spiritual, emosional, moral, dan sosial.

Adian Husaini Ingatkan Bahaya Matinya Kepakaran bagi Masa Depan Peradaban

Ramadhan Di Kampus UGM Kamis, 26 Februari 2026

Kajian Ramadan Public Lecture (RPL) (24/2) dibuka dengan bedah karya tulis Profesor Tom Nichols yang berjudul The Death of Experties (Matinya Kepakaran). Dari karya tersebut, tergambarkan kondisi masyarakat Amerika yang mulai tidak menghargai kepakaran serta tidak menghargai otoritas ilmu.

Fenomena ini tampak jelas pada masa Covid-19, ketika otoritas medis seringkali kalah dibandingkan tokoh populer atau figur agama. Hal ini menandakan bahwa, saat ini, popularitas cenderung lebih diakui daripada otoritas ilmu. 

Mengutip data Oxford dictionary, Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UIKA, Adian Husaini, M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa kata yang paling populer adalah post-truth atau era pascakebenaran. Era pascakebenaran adalah era ketika berita yang menyentuh emosi lebih mudah diterima dan dipahami dibandingkan dengan data-data yang terverifikasi.

“Kita memasuki era kebohongan. Era berita yang lebih menyentuh emosial lebih mudah dipahami ketimbang data-data atau fakta yang terverifikasi. Ini adalah masalah yang sulit dipecahkan untuk kita semua,” ungkapnya dalam RPL yang digelar pada Selasa malam (24/02).

Ketua MUI DIY Sampaikan Tiga Cara Merawat Spiritualitas Masyarakat

Ramadhan Di Kampus UGM Rabu, 25 Februari 2026

Perkembangan teknologi informasi yang luar biasa telah mengubah cara manusia menerima, memproses, dan memaknai realitas. Melalui gawai pribadi, segala bentuk informasi baik yang dapat dipercaya maupun yang tidak dapat dipercaya dengan mudah masuk tanpa sekat. Hal tersebut mengemuka dalam kajian Mimbar Subuh, yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Dr. Machasin, M.A.

Dekan Fakultas Filsafat UGM Ungkap Moral Menjadi Sesuatu yang Sering Terabaikan

Ramadhan Di Kampus UGM Rabu, 25 Februari 2026

Arus informasi yang melimpah dan pengawasan publik yang sangat ketat di era digital ternyata belum menjamin tegaknya nilai-nilai etika dalam kehidupan bermasyarakat. Fenomena paradoksial justru sering muncul, misalnya saja kritik bebas yang bertebaran di linimasa tidak dibarengi dengan penguatan standar moral. Persoalan krisis moral ini menjadi sorotan utama Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, M.Hum.

Menurutnya, situasi tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai dampak positif, tetapi juga berkontribusi pada lahirnya masyarakat yang semakin abai terhadap nilai-nilai moral. “Kita hidup di zaman paradoks. Kita saksikan begitu banyak informasi, kita saksikan juga kemarahan dengan mudah tersulut. Semakin tinggi pendidikan tidak berbanding dengan empati yang semakin tipis di mana-mana. Masalahnya tidak sekadar kurang pengetahuan, tapi kurang refleksi,” ungkapnya dalam Kajian Samudra pada Senin (23/2).

Guru Besar FMIPA UGM Sebut UKM Jama’ah Shalahuddin Lebih Strategis daripada Ruang Kelas dalam Pembentukan Karakter

Ramadhan Di Kampus UGM Minggu, 22 Februari 2026

Di tengah tantangan degradasi moral dan kompleksitas sosial modern, pendidikan karakter kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai materi tambahan dalam kurikulum formal, melainkan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Guru Besar FMIPA Bidang Kimia, Prof. Dr. Chairil Anwar, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan karakter di Indonesia sangat bergantung pada integrasi antara nilai religius, keteladanan nyata, dan praktik sosial yang konsisten di luar kelas. 

Mantan Rektor UGM Panut Mulyono Ingatkan Peran Penting Pendidikan sebagai Pilar Kemajuan Bangsa

Ramadhan Di Kampus UGM Minggu, 22 Februari 2026

Pendidikan tinggi Indonesia kini dituntut tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga menjadi inkubator solusi bagi persoalan nyata di masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor UGM periode 2017–2022, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, IPU., ASEAN Eng., dalam kajian Safari Ilmu di Bulan Ramadan (Samudra) di Masjid Kampus UGM, Jumat (20/2). 

Mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Inovasi Pendidikan Tinggi”, kajian sore itu membahas isu yang dekat dengan tantangan Indonesia hari ini. Dalam pemaparannya, Panut membuka kajian dengan optimisme sumber daya yang dimiliki Indonesia. “Indonesia kaya raya. Kita punya emas, mineral, batu bara, flora, dan fauna. Jumlah penduduk kita lebih dari 240 juta jiwa,” tuturnya.

Drs. Syatori Abdurrauf Khutbah Jumat 6/2

Ini Tiga Kunci Hidup Bermakna Menurut Syatori Abdurrauf

Tulisan dan Khotbah Sabtu, 7 Februari 2026

Esensi hidup yang bermakna bukan sekadar diukur dengan pencapaian materi, melainkan seberapa tuntas seseorang dapat menyelesaikan hubungannya dengan tiga entitas utama dalam hidupnya, yakni dengan Allah, sesama, dan dirinya sendiri. Pesan tersebut mengemuka dalam khotbah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihat, Drs. Syatori Abdurrauf di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/2).

Syatori mengungkapkan bahwa terdapat tiga makna hidup untuk hidup yang lebih bermakna. “Sebagai seorang yang beriman, kita tidak terlepas dari 3 sosok, yaitu Allah, sesama, dan diri sendiri. Kita memiliki tugas yakni, selesai,” ungkapnya. 

Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan

Tulisan dan Khotbah Minggu, 25 Januari 2026

Pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor pertanian dan peternakan dipandang sebagai pilar vital bagi ketahanan nasional. Meski profesi petani dan peternak kerap dipandang sebelah mata, peran mereka sangatlah sentral. Hal ini terbukti secara nyata, tidak hanya melalui kontribusi strategis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga sebagai fondasi utama kedaulatan pangan bangsa. Refleksi ini menjadi titik awal pembahasan khutbah yang disampaikan oleh Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D, IPM. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Peternakan UGM) pada Jumat (23/1) di Masjid Kampus UGM. 

Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba

Sakinah Academy Rabu, 14 Januari 2026

Membangun jiwa wirausaha dalam keluarga bukan sekadar mengejar profit semata, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada Allah. Pesan tersebut ditekankan oleh Direktur Operasional RZIS UGM, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA., dalam Sakinah Academy di Masjid Kampus UGM, Senin sore (12/1). 

Bertajuk “Membangun Mindset Wirausaha dalam Keluarga: Dari Pencatatan Sederhana sampai Knowledge Management Keuangan”, Taufikur memaparkan bahwa paradigma bisnis Islam harus berlandaskan pada hakikat manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi. “Kita memiliki misi. Selain beribadah kepada Allah swt., kita juga harus merealisasikan rahmatan lilalamin,” jelasnya.

12

Artikel Terbaru

  • Pakar Hukum UGM Bedah Klaim Self-Defense Israel dalam Hukum Internasional
  • Guru Besar FEB UGM Soroti Efisiensi Anggaran Pendidikan Rawan Picu Disparitas Antarwilayah
  • Jangan Salah Membaca Perasaan, Maulana Umar Paparkan Empat Filter dalam Memilih Pasangan
  • Direktur Haltech 3D Indonesia Ingatkan Bahaya Degradasi Kognitif di Era AI
  • Pakar Geopolitik UGM Menegaskan Keberpihakan pada Iran sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kezaliman
Universitas Gadjah Mada

Masjid Kampus UGM

Jl. Tevesia Bulaksumur No.1, 55281 Depok DIY

masjidkampus@ugm.ac.id
0812-2540-0933
@masjidkampusugm

© Takmir Masjid Kampus UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY