• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Ibu di Brebes dan Depresi

Ibu di Brebes dan Depresi

  • Sakinah Academy, Tulisan dan Khutbah
  • 28 Maret 2022, 16.08
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Tanggal 21 Maret 2022, publik dikejutkan dengan berita tentang seorang ibu yang melakukan penganiayaan kepada tiga anak kandungnya di Brebes, Jawa Tengah. Satu dari tiga anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat digorok oleh sang ibu yang berinisial KU, sedangkan dua anak lainnya luka berat. Menurut beberapa sumber, tindakan sadis yang dilakukannya karena mendapatkan bisikan ghaib. Namun, pada sumber lain menyatakan bahwa KU tengah depresi.

Depresi tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, seperti yang diduga terjadi pada KU. Depresi merupakan sebuah kondisi emosi yang ditandai dengan perasaan sedih, gagal, merasa tidak berharga, hingga menarik diri dari lingkungan. Menurut Leitenberg dan Wilson (1986), orang yang depresi cenderung mengevaluasi diri secara negatif seperti suka menghukum diri dan kurang memberi apresiasi kepada diri sendiri, serta memiliki penilaian yang rendah terhadap masa depannya. Kekhawatiran terhadap masa depan anak-anaknya diungkapkan juga menjadi motif KU melancarkan aksinya.

Gejala orang depresi yang dapat dilihat dalam dua minggu terakhir yaitu:

  1. Perubahan dalam aktivitas motoriknya, seperti perubahan nafsu makan/berat badan, dan gangguan tidur
  2. Muncul perasaan merasa bersalah
  3. Kesulitan dalam aktivitas menggunakan pikiran
  4. Semangat atau energi menurun yang berakibat mudah lelah
  5. Muncul pikiran ingin bunuh diri

Depresi secara normal dialami oleh kebanyakan orang, namun akan menjadi berbahaya apabila tidak segera mendapatkan pertolongan, baik secara medis maupun psikologis. Walau begitu, depresi dapat dicegah dengan mengetahui gejala-gejala yang muncul dalam waktu dua minggu seperti tersebut di atas. Apabila depresi semakin parah, maka segera periksakan ke dokter atau psikolog terdekat. (IG @sakinahacademy/ Gambar:Freepik/rawpixel.com)

 

Referensi:

  • Leitenberg, H. L. W., Yost, M., Wilson-Carroll. 1986 Negative Cognitive Error in Children: Questionnaire Development Normative Data, and Comparations between Children with and Without Self-Reported Symptoms of Depression, Low Self-Esteem, and Evaluation Anxiety. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 54 (4): 528-536.
  • Sulistyorini, W., & Sabarisman, M. 2017. Depresi: Suatu Tinjauan Psikologis. Sosio Informa, 3 (2): 153-164.

Artikel Terbaru

  • Alfath Indonesia Jelaskan Fenomena Kesepian Dapat Lahir dari Relasi Sosial-Politik Warga dengan Negara
  • Ridwan Wicaksono: AI Bukan Ancaman, Namun Jalan Kemaslahatan Umat
  • Dokter Residen RSUP Dr. Sardjito: Jangan Cuek, Peran Suami Menentukan Kesehatan Ibu dan Janin
  • Hempri Suyatna: Fenomena Kabur Aja Dulu Harus Dibaca Sebagai Kritik Sosial
  • Hakimul Ikhwan Tegaskan Nilai-Nilai Kenabian Sebagai Soft Power Perdamaian
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju