Sakinah Academy seri Kesehatan Keluarga digelar pada Senin (29/12) di Ruang Utama Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada serta disiarkan secara daring melalui YouTube. Kajian ini menghadirkan dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.PA., Subsp. URL (K), Subsp. KA (K), dosen Departemen Patologi Anatomik FK-KMK UGM sekaligus pengelola Belajar Patologi, sebagai pemateri utama.
Dalam kajian bertema “Mengawal Kesehatan Keluarga: Langkah-langkah Preventif Efektif untuk Pencegahan Kanker”, dr. Hanggoro mengulas kanker sebagai salah satu penyakit mematikan yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Berdasarkan data Globocan tahun 2022, tercatat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker dan sekitar 242 ribu kematian, dengan jenis kanker tertinggi meliputi kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati.
Ia menegaskan bahwa kanker terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bersifat agresif. Meski demikian, dr. Hanggoro menekankan bahwa tidak semua kanker bersifat tidak terhindarkan. “Banyak kanker sebenarnya bisa dicegah dan ditemukan sejak dini, terutama jika keluarga memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, dr. Hanggoro menjelaskan faktor risiko kanker yang terbagi menjadi dua, yakni faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga, serta faktor yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, pola makan, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan infeksi. Ia juga menekankan bahwa riwayat genetik memang dapat meningkatkan risiko, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab kanker, karena banyak kasus bersifat sporadik.
Baca juga: Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial
Memasuki sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan kritis diajukan oleh jemaah, mulai dari pengaruh faktor genetik dalam keluarga, akurasi pemeriksaan biopsi, mitos benturan keras sebagai penyebab kanker, hingga kemungkinan penyebaran kanker payudara ke organ lain. Menanggapi hal tersebut, dr. Hanggoro menjelaskan bahwa biopsi merupakan standar emas dalam menegakkan diagnosis kanker melalui pemeriksaan patologi anatomik, yang menjadi dasar penentuan terapi seperti pembedahan, kemoterapi, maupun radioterapi.
Ia juga meluruskan sejumlah mitos di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa jatuh atau benturan keras dapat langsung menyebabkan kanker. Menurutnya, kanker memerlukan proses yang panjang dan tidak terjadi secara instan akibat trauma. Sementara itu, terkait penggunaan herbal seperti daun sirsak, dr. Hanggoro mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan memastikan produk yang dikonsumsi telah terdaftar di BPOM serta tidak menggantikan terapi medis utama.
Selain itu, dr. Hanggoro menyoroti pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan meskipun belum muncul gejala. “Kanker stadium awal sering kali tidak menimbulkan keluhan, tetapi justru pada fase ini peluang kesembuhan jauh lebih besar,” jelasnya. Ia juga memaparkan konsep pencegahan kanker yang mencakup pencegahan primordial, primer, sekunder, hingga tersier untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.
Kajian ditutup dengan penegasan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam mengawal kesehatan anggotanya, mulai dari membangun pola hidup sehat, meningkatkan literasi kesehatan, hingga keberanian melakukan skrining dan pemeriksaan medis sejak dini. Melalui kajian ini, Sakinah Academy diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker dari lingkup keluarga. (Aulia Mahdini)