• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Mengawal Kesehatan Keluarga dari Rumah, Hanggoro Tekankan Pentingnya Pencegahan Kanker Sejak Dini

Mengawal Kesehatan Keluarga dari Rumah, Hanggoro Tekankan Pentingnya Pencegahan Kanker Sejak Dini

  • Sakinah Academy
  • 31 Desember 2025, 08.59
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Sakinah Academy seri Kesehatan Keluarga digelar pada Senin (29/12) di Ruang Utama Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada serta disiarkan secara daring melalui YouTube. Kajian ini menghadirkan dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.PA., Subsp. URL (K), Subsp. KA (K), dosen Departemen Patologi Anatomik FK-KMK UGM sekaligus pengelola Belajar Patologi, sebagai pemateri utama.

Dalam kajian bertema “Mengawal Kesehatan Keluarga: Langkah-langkah Preventif Efektif untuk Pencegahan Kanker”, dr. Hanggoro mengulas kanker sebagai salah satu penyakit mematikan yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Berdasarkan data Globocan tahun 2022, tercatat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker dan sekitar 242 ribu kematian, dengan jenis kanker tertinggi meliputi kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati.

Ia menegaskan bahwa kanker terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bersifat agresif. Meski demikian, dr. Hanggoro menekankan bahwa tidak semua kanker bersifat tidak terhindarkan. “Banyak kanker sebenarnya bisa dicegah dan ditemukan sejak dini, terutama jika keluarga memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, dr. Hanggoro menjelaskan faktor risiko kanker yang terbagi menjadi dua, yakni faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga, serta faktor yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, pola makan, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan infeksi. Ia juga menekankan bahwa riwayat genetik memang dapat meningkatkan risiko, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab kanker, karena banyak kasus bersifat sporadik.

Baca juga: Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial

Memasuki sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan kritis diajukan oleh jemaah, mulai dari pengaruh faktor genetik dalam keluarga, akurasi pemeriksaan biopsi, mitos benturan keras sebagai penyebab kanker, hingga kemungkinan penyebaran kanker payudara ke organ lain. Menanggapi hal tersebut, dr. Hanggoro menjelaskan bahwa biopsi merupakan standar emas dalam menegakkan diagnosis kanker melalui pemeriksaan patologi anatomik, yang menjadi dasar penentuan terapi seperti pembedahan, kemoterapi, maupun radioterapi.

Ia juga meluruskan sejumlah mitos di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa jatuh atau benturan keras dapat langsung menyebabkan kanker. Menurutnya, kanker memerlukan proses yang panjang dan tidak terjadi secara instan akibat trauma. Sementara itu, terkait penggunaan herbal seperti daun sirsak, dr. Hanggoro mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan memastikan produk yang dikonsumsi telah terdaftar di BPOM serta tidak menggantikan terapi medis utama.

Selain itu, dr. Hanggoro menyoroti pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan meskipun belum muncul gejala. “Kanker stadium awal sering kali tidak menimbulkan keluhan, tetapi justru pada fase ini peluang kesembuhan jauh lebih besar,” jelasnya. Ia juga memaparkan konsep pencegahan kanker yang mencakup pencegahan primordial, primer, sekunder, hingga tersier untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.

Kajian ditutup dengan penegasan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam mengawal kesehatan anggotanya, mulai dari membangun pola hidup sehat, meningkatkan literasi kesehatan, hingga keberanian melakukan skrining dan pemeriksaan medis sejak dini. Melalui kajian ini, Sakinah Academy diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker dari lingkup keluarga. (Aulia Mahdini)

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Dosen FIB UGM: Ilmu Tanpa Etika Hanya Akan Melahirkan Keserakahan
  • Mengawal Kesehatan Keluarga dari Rumah, Hanggoro Tekankan Pentingnya Pencegahan Kanker Sejak Dini
  • Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial
  • Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM: Iman Menjadi Penjaga dari Rasa Sedih dan Takut
  • Guru Besar FISIPOL UGM Kritisi Sistem Pemerintahan Desa yang Jauh dari Keadilan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY