• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadan Public Lecture
  • Wakil Rektor UGM: Kenali Sang Pencipta Sebelum Mencintai-Nya

Wakil Rektor UGM: Kenali Sang Pencipta Sebelum Mencintai-Nya

  • Ramadan Public Lecture
  • 16 Maret 2024, 08.02
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. berbicara tentang makna kecintaan kepada Allah ta’ala dalam ceramah tarawih Ramadan Public Lecture 1445 H di Masjid Kampus UGM, Kamis (14/03). Dalam ceramah berjudul “Cinta KepadaNya sebagai Manifestasi Taqwa” itu, Arief menegaskan bahwa cinta itu tidak bermain pada akal, namun cinta itu menggunakan hati.

Arief memulai ceramah dengan cerita tentang seorang mahasiswa yang bertanya dalam sesi tanya jawab Grand Opening RDK 1445 H lalu, mengenai keraguannya pada Alquran karena belum terbukti kebenarannya secara sains. Ia menyampaikan, 15 tahun lalu ia pernah mendengar pernyataan yang serupa dari temannya, seorang nonmuslim asal Malaysia di Jepang, yang menyatakan Alquran itu hanya berisi dongeng saja. Ketika itu, ia mengatakan dirinya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, karena ia mengaku membaca Alquran namun tidak memahami isi yang ada di dalamnya.

“Mulai dari awal bulan suci Ramadan, kita punya target satu hari satu juz, atau khatam tiga kali. Namun, apakah pernah kita memahami apa itu isi Alquran? Lebih baik lagi jika kita bisa belajar bahasa Arabnya, sehingga dapat memahami arti secara jelas,” ucapnya.

Arief menyampaikan, dalam Alquran terdapat ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat. Ayat muhkamat ialah ayat yang sudah jelas maknanya, sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat yang memerlukan takwil dari ahlinya.

Menurutnya, pertanyaan semacam di atas tadi bisa muncul karena seseorang itu tidak paham dan tidak belajar. Pembuktian secara empiris adalah setiap teori yang dimunculkan oleh manusia akan menjadi teori baru sampai dengan teori itu dipatahkan dengan teori yang selanjutnya. Arief memberi contoh, dulu atom dinyatakan sebagai benda terkecil, dalam teori sekarang menyatakan ada hal yang lebih kecil lagi daripada atom, itu menandakan perkembangan ilmu pengetahuan.

Arief memaparkan, arti pada ayat kedua surah Al-Baqarah yang menyebut “tidak ada keraguan di dalamnya” termasuk mempercayai kitab-kitab sebelumnya dan hal-hal yang gaib. Faktanya, terdapat hal-hal gaib yang tidak dapat dibuktikan dengan sains sampai saat ini. Arief mengatakan Alquran adalah kalam dari Zat yang Menciptakan Manusia, yang mana iman manusia bisa batal jika tidak percaya pada Alquran.

Menurutnya, masalah cinta kepada-Nya berada di ranah hati, namun pembuktian secara sains berada di ranah akal. Ia menegaskan, kalau untuk cinta kepada seseorang harus mengenal orangnya, maka semestinya seorang muslim akan mencintai agamanya jika mengenal pegangan hidupnya. Oleh karena itu, sembari memegang Alquran di tangannya beliau mengajak para jamaah untuk kembali memahami isi Alquran.

“Bagaimana kita bisa tahu bahwa yang menulis kitab ini, itu harus kita cintai. Ketika kita menemui perdebatan dan kita tidak tahu kebenaran itu ada dimana, cari di sini. Sebagai umat islam, kita sering lupa membacanya apalagi memahami maknanya,” katanya. (Amalia Nurin Al Fath/Editor: Rama S. Pratama/Foto: Tim Media Masjid Kampus UGM)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM Sebut Indonesia Mengalami Penghancuran Ekologi secara Sistematis
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba
  • Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah
  • Ketua Departemen Antropologi FIB UGM Kritik Penggunaan Istilah “Bencana Alam”
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY