Sakinah Academy pada Senin (20/10) menghadirkan Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi. Beliau merupakan pakar parenting dan konselor keluarga. Dalam kajian bertajuk “Pengaruh Parenting Style terhadap Perilaku Anak”, Fauzil mengajak jamaah untuk memahami bahwa perilaku anak bukanlah hasil spontan, melainkan refleksi dari pola komunikasi, kasih sayang, dan teladan yang diberikan orang tua setiap hari.
“Kalau ada kesalahan negeri ini, kualitas pendidikan menurun, itu pasti yang disalahkan guru,”. Pernyataan lugas ini disampaikan oleh Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dalam acara Masjid Kampus UGM Public Lecture pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Dalam diskusi yang mengangkat topik “Guru dalam Pusaran Politik Anggaran” yang diselenggarakan oleh UGM secara daring, Prof. Unifah menguraikan berbagai ironi dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional dan dampaknya terhadap kesejahteraan guru.
Pada Sabtu (18/10) di sesi Maskam Public Lecture, R. Agus Sartono sebagai guru besar FEB UGM menegaskan bahwa guru memegang peran sentral sebagai arsitek masa depan dan pilar peradaban bangsa. Agus menyoroti keprihatinannya terhadap kondisi para guru saat ini yang justru masih dihadapkan pada persoalan-persoalan sederhana. Padahal, menurutnya guru memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter manusia yang beradab, dan proses tersebut tidak dapat dipersempit hanya di ruang sekolah formal.
“Guru adalah pembangun karakter, ilmu pengetahuan, dan nilai moral. Pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kalau ditanya siapa itu guru? jawabannya kita semua adalah guru” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI), Anggun Gunawan, M.A., hadir sebagai pembicara dalam Maskam Public Lecture bertema besar “Guru dalam Pusaran Politik Anggaran” yang digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu (18/10). Dalam pemaparannya bertajuk “Ilmu, Kuasa, dan Uang: Membaca Posisi Dosen dalam Politik Anggaran Pendidikan Tinggi”, Anggun menyoroti bagaimana arah kebijakan pendidikan nasional saat ini kian menjauh dari amanat konstitusi.
Takwa, istilah sentral dalam islam yang sering kali disederhanakan maknanya. Namun dalam pemaparan khutbah oleh Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU. pada Jumat (17/10), takwa dibedah sebagai perpaduan dari tiga komponen dasar agama islam, yakni iman, islam, dan ihsan. Menurutnya, takwa tidak hanya dimaknai sebagai rasa takut semata, melainkan perpaduan utuh dari tiga dimensi ajaran islam, yakni iman, islam, dan ihsan.
Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keutuhan umat. Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, pesantren menjadi pusat pembinaan akhlak, penguatan tauhid, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam ceramahnya, Ammi Nur Baits menegaskan bahwa pesantren tidak sekadar tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga benteng bagi kemurnian akidah umat.
Ia menyampaikan, “Pesantren bukan hanya tempat mencari ilmu, tapi tempat menegakkan tauhid yang menjadi dasar kehidupan.”
Dosen Departemen Hubungan Internasional FISIPOL UGM, Suci Lestari Yuana, S.IP., MIA., Ph.D. mengisi kajian Webinar Integrasi Ilmu-Agama Seri Studi Lingkungan Hidup. Tema yang dibahas adalah “Circular Economy dalam Perspektif Islam: Merumuskan Tata Kelola Sampah untuk Keberlanjutan Sosial-Ekologis” pada (15/10/2025). Kajian ini dilaksanakan secara daring serta dapat disaksikan melalui platform YouTube Masjid Kampus UGM.
Sakinah Academy kembali menghadirkan psikolog Tika Faiza, S.Psi., M.Psi., dengan tema “Mendaki Puncak Keharmonisan: Rahasia 5 Level Komunikasi dalam Pernikahan.”
Melalui pendekatan yang lembut dan reflektif, Tika mengajak para peserta untuk memahami bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Mengawali materinya, ia mengutip Surah Ar-Rum ayat 21 sebagai dasar spiritual: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya.”
Pada Khutbah Jumat yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2025 di ruang utama Masjid Kampus UGM, Ir. Ashar Saputra berbicara terkait keseimbangan antara kemajuan dan kesejahteraan dalam pembangunan. Dalam khutbahnya, Ashar mengajak jamaah merenungkan pelajaran dari Surah Al-Baqarah ayat 30, yang berisi dialog antara Allah SWT dan para malaikat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.
Kajian Kamis sore, 9 Oktober 2025, menghadirkan tokoh Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog. Kajian yang diadakan di Ruang Utama Masjid Kampus UGM mengangkat tema psikologi islam, lebih tepatnya “Akhlak sebagai Fondasi Kesehatan Mental dan Spiritualitas Mahasiswa,” yang dihadiri oleh jamaah dari UGM maupun luar UGM.